For whom I've made a mistake
Sorry that I enjoy my world alone so much
Sorry that I ignore you
Sorry that I make you upset
I beg your pardon, I apologize, so please forgive me
I hope I can change it soon
I'm so sorry my friend..
Sabtu, 27 Maret 2010
Sabtu, 19 Desember 2009
I and My Dreams
I've already watched "Sang Pemimpi" -the dreamer- which is adapted from Andrea's Hirata Novel. This movie told about Ikal and his cousin, Arai who wanted to reach their main purpose/dream, studying in Sorbonne, France. It told us it's not easy to reach our goal. Ikal and Arai worked hard to reach their dream. And in this scene I felt something. I felt that I was so lucky that I could continue my study in University easily. They come from poor family and I, although I don't come from a rich, at least my family still take over my living cost. I felt embarassed that they could reach their dream by working hard. They saved their salary to go to Jakarta. How about me? Easily, if I want to go home or back to my boarding house, I just send text or call my parents to send me the money or they buy the plane tickets. I can sleep on comfortable bed. I felt so embarassed.
Memang, untuk mengejar mimpi itu tidak mudah. Kita harus berusaha keras untuk mencapainya. Tetapi, satu hal yang akhirnya ku sadari, tidak baik menjadi orang yang terlalu ambisius. Aku punya banyak mimpi dan aku ingin menggapainya sekaligus. Awalnya aku yakin aku bisa, tetapi setelah banyak orang menyadarkanku, aku sadar, aku harus fokus. Terlalu banyak mimpi membuat kita tidak fokus dan akhirnya kita tidak dapat menggapai semua mimpi kita, satu sekalipun.
Fokuslah! Cuma itu kata yang aku ingat sekarang ketika aku ingin ini dan itu. Mama, Ayah, semuanya, maaf selama ini aku belum bisa memberikan yang terbaik. Kata-kata kalian itu benar, aku terlalu ambisius, ingin menggapai semuanya dalam seketika. Maaf... Mulai saat ini, aku akan berusaha kerasa untuk berfokus kepada satu mimpi, dan setelah mimpi itu selesai, baru aku akan berfokus ke mimpi lain. Hingga akhirnya aku bisa menggapai semua mimpi-mimpiku. Aku janji...
Memang, untuk mengejar mimpi itu tidak mudah. Kita harus berusaha keras untuk mencapainya. Tetapi, satu hal yang akhirnya ku sadari, tidak baik menjadi orang yang terlalu ambisius. Aku punya banyak mimpi dan aku ingin menggapainya sekaligus. Awalnya aku yakin aku bisa, tetapi setelah banyak orang menyadarkanku, aku sadar, aku harus fokus. Terlalu banyak mimpi membuat kita tidak fokus dan akhirnya kita tidak dapat menggapai semua mimpi kita, satu sekalipun.
Fokuslah! Cuma itu kata yang aku ingat sekarang ketika aku ingin ini dan itu. Mama, Ayah, semuanya, maaf selama ini aku belum bisa memberikan yang terbaik. Kata-kata kalian itu benar, aku terlalu ambisius, ingin menggapai semuanya dalam seketika. Maaf... Mulai saat ini, aku akan berusaha kerasa untuk berfokus kepada satu mimpi, dan setelah mimpi itu selesai, baru aku akan berfokus ke mimpi lain. Hingga akhirnya aku bisa menggapai semua mimpi-mimpiku. Aku janji...
Rabu, 02 Desember 2009
Sensei from Japan
On Monday, as usual, after Lab.work class, I went to Kyoumei Nihon Go Kyoshitsu (a Japanese Course) near my campus. I went there with my close friend, Winche. Surprise!! When we entered the terrace, I see a man who looks like a Japanese. I guessed I'm right. He said "Konnichiwa".
I didn't know his name. But I had a little kaiwa (conversation) with him. When I said that I came from Medan, he asked the position. Great.. He has a big curiosity (although for another it seems proper).
He spoke Japanese all the time until I and Winche said that we study in English Literature. It made he changed his language from Japanese to English. But I thought his English was a little bit odd. He said that his English was not standard English. He spoke Thai English because he had been in Thailand for about 4 years.
After that, we continued studying Japanese with my teacher, Hayato Sensei. He couldn't teach us because we was starter, so we still needed local teacher who also spoke Indonesian.
After the class, suddenly, there was a man asked us who owed the plastic sandals. Plastic sandals? Finally I realized that plastic sandals is fake Crocs used by Winche. The man, finally I knew that he's my senpai (my senior in that course), asked how much it cost. Suddenly, the native sensei ask me with foreign language, "Kira-kira sabaraha?". I thought it was Japanese at first. Immediately I realized that it was Sundanese. :D After that class, the only thing we (I and Winche) could do was laughing.
Minggu, 29 November 2009
Wiwiwiwiw.. Udah lama nggak nulis.. :D
Kira-kira udah berapa lama ya nggak nulis fesbuk..
Di semester 3 ini kayaknya kuliah makin lama makin sulit. Makin banyak tugas yang menguras otak. Atau saya yang makin malas? Sepertinya jawaban terakhir lah yang paling cocok :p
Tapi entahlah..
Ngomong-ngomongm disamping kegiatan kuliah, ada hal lain yang berhubungan dengan kehidupan kampus/kuliah yaitu pacaran. Am I right? :D
Dalam 1 minggu ini, saya telah mengobservasi status teman-teman saya di fesbuk yang berubah menjadi SINGLE. Kebetulan, salah satu dari mereka adalah sahabat saya, jadi saya akan lebih mengekspos hubungan mereka.
Mereka berdua, dulunya adalah sepasang kekasih (bahasanya lebai), adalah teman saya. Si Ce adalah teman saya di UKM Tae Kwon Do dan beberapa kepanitiaan yang menyebabkan hubungan kami semakin jauh sampai akhirnya sekarang berada di level SAHABAT. Sedangkan si Co adalah teman sekelas saya, teman satu kelompok di Ospek Jurusan sehingga pada awal kuliah, kami cukup dekat, namun karena keterbatasan gender (g nyambung sih, maksudnya, kalo cowok kan hobi maennya sama cowok, cewek sama cewek) hubungan kami sekarang berada pada level TEMAN SEKELAS.
Setelah beberapa kali putus nyambung dan pertengkaran besar, akhirnya si ce sms saya. Dia ngirim sms si co ke saya. Trus smsnya saya baca, dan isinya, seperti bentakan, ungkapan rasa marah, dsb. Awalnya saya tidak percaya, namun, setelah malamnya saya bertemu dengan si co (secara tidak sengaja) dan saya menanyakannya, saya langsung emosi. Ternyata bener, si co sms gitu. Yah, saya sih nggak nyangka aja, masa' cowok beraninya ngomong lewat sms, di telpon nggak diangkat. Saya tanya alasannya, lalu dia menjawab, lagi rungsing a.k.a riweuh a.k.a pusing. Ya, semacam itulah. Itukah alasan yang pantas dia buat untuk membuat seorang cewek menangis berjam-jam? I don't think so.
Saya menulis ini bukan berarti saya membela si cewek. Saya juga tau si cewek itu punya kelemahan, misalnya sedikit manja (menurut saya). Tapi, saya bingung harus berkata apa. Kadang mereka melebih-lebihkan/membesar-besarkan masalah yang harusnya bisa diselesaikan dengan segera. Mungkin nggak sih ini karena mereka seumuran?
Ketika SMA, salah seorang guru saya pernah berkata, "Carilah pasangan yang usianya terpaut 4 tahun. Untuk cewek, cari cowok yang usianya lebih tua 4 tahun. Dan untuk cowok, cari cewek yang usianya lebih muda 4 tahun. Hal ini dilakukan karena kepribadian cewek itu lebih tua 2 tahun dan kepribadian cowok itu lebih muda 2 tahun dibandingkan dengan umurnya. Jadi, jika perbedaan cewek dan cowok itu 4 tahun (seperti yang disebutkan di atas) omongan mereka akan nyambung a.k.a klop dan awet" (meureun.. :P)
Saya sih pernah merasakan rasanya pacaran seumuran, dan memang, kita sering bertengkat hebat hingga akhirnya putus. Tapi yang namanya penelitian manusia, nggak ada apa-apanya dibandingkan Tuhan. Jadi nggak semua manusia seperti itu.
Jujur, setelah kandasnya hubungan saya dengan sang mantan (gaya.. heu). Sekarang saya menjalin hubungan dengan seorang cowok yang usianya lebih tua 4 tahun dari saya (bukan karena alasan penelitian itu sih). We'll see, apakah penilitian itu benar atau tidak...
Di semester 3 ini kayaknya kuliah makin lama makin sulit. Makin banyak tugas yang menguras otak. Atau saya yang makin malas? Sepertinya jawaban terakhir lah yang paling cocok :p
Tapi entahlah..
Ngomong-ngomongm disamping kegiatan kuliah, ada hal lain yang berhubungan dengan kehidupan kampus/kuliah yaitu pacaran. Am I right? :D
Dalam 1 minggu ini, saya telah mengobservasi status teman-teman saya di fesbuk yang berubah menjadi SINGLE. Kebetulan, salah satu dari mereka adalah sahabat saya, jadi saya akan lebih mengekspos hubungan mereka.
Mereka berdua, dulunya adalah sepasang kekasih (bahasanya lebai), adalah teman saya. Si Ce adalah teman saya di UKM Tae Kwon Do dan beberapa kepanitiaan yang menyebabkan hubungan kami semakin jauh sampai akhirnya sekarang berada di level SAHABAT. Sedangkan si Co adalah teman sekelas saya, teman satu kelompok di Ospek Jurusan sehingga pada awal kuliah, kami cukup dekat, namun karena keterbatasan gender (g nyambung sih, maksudnya, kalo cowok kan hobi maennya sama cowok, cewek sama cewek) hubungan kami sekarang berada pada level TEMAN SEKELAS.
Setelah beberapa kali putus nyambung dan pertengkaran besar, akhirnya si ce sms saya. Dia ngirim sms si co ke saya. Trus smsnya saya baca, dan isinya, seperti bentakan, ungkapan rasa marah, dsb. Awalnya saya tidak percaya, namun, setelah malamnya saya bertemu dengan si co (secara tidak sengaja) dan saya menanyakannya, saya langsung emosi. Ternyata bener, si co sms gitu. Yah, saya sih nggak nyangka aja, masa' cowok beraninya ngomong lewat sms, di telpon nggak diangkat. Saya tanya alasannya, lalu dia menjawab, lagi rungsing a.k.a riweuh a.k.a pusing. Ya, semacam itulah. Itukah alasan yang pantas dia buat untuk membuat seorang cewek menangis berjam-jam? I don't think so.
Saya menulis ini bukan berarti saya membela si cewek. Saya juga tau si cewek itu punya kelemahan, misalnya sedikit manja (menurut saya). Tapi, saya bingung harus berkata apa. Kadang mereka melebih-lebihkan/membesar-besarkan masalah yang harusnya bisa diselesaikan dengan segera. Mungkin nggak sih ini karena mereka seumuran?
Ketika SMA, salah seorang guru saya pernah berkata, "Carilah pasangan yang usianya terpaut 4 tahun. Untuk cewek, cari cowok yang usianya lebih tua 4 tahun. Dan untuk cowok, cari cewek yang usianya lebih muda 4 tahun. Hal ini dilakukan karena kepribadian cewek itu lebih tua 2 tahun dan kepribadian cowok itu lebih muda 2 tahun dibandingkan dengan umurnya. Jadi, jika perbedaan cewek dan cowok itu 4 tahun (seperti yang disebutkan di atas) omongan mereka akan nyambung a.k.a klop dan awet" (meureun.. :P)
Saya sih pernah merasakan rasanya pacaran seumuran, dan memang, kita sering bertengkat hebat hingga akhirnya putus. Tapi yang namanya penelitian manusia, nggak ada apa-apanya dibandingkan Tuhan. Jadi nggak semua manusia seperti itu.
Jujur, setelah kandasnya hubungan saya dengan sang mantan (gaya.. heu). Sekarang saya menjalin hubungan dengan seorang cowok yang usianya lebih tua 4 tahun dari saya (bukan karena alasan penelitian itu sih). We'll see, apakah penilitian itu benar atau tidak...
Kamis, 05 November 2009
Entahlah
Tuhan, aku salah apa?
Aku tiak serakah Tuhan. Aq hanya minta satu kursi untuk itu. Aku hanya pengen buat orang tua aku bangga sama aku. Aku pengen bikin mereka seneng. Aku hanya minta satu kursi, bukan 5. Hanya inilah yang aku harapkan.
Engkau ingin aku bagaimana lagi Tuhan?
Aku tiak serakah Tuhan. Aq hanya minta satu kursi untuk itu. Aku hanya pengen buat orang tua aku bangga sama aku. Aku pengen bikin mereka seneng. Aku hanya minta satu kursi, bukan 5. Hanya inilah yang aku harapkan.
Engkau ingin aku bagaimana lagi Tuhan?
Selasa, 13 Oktober 2009
You're right I'm jealous
Kenapa sih saya nggak bisa menghilangkan rasa cemburu ini. Memang cemburu kepada wanita, tapi bukan karena seorang pria. Saya cemburu atas ketidakmampuan saya karena tidak bisa menyaingi kesuksesan atau kehebatannya. Tapi saya yakin, suatu saat saya pasti akan mengalahkannya.
YOU'RE WHAT YOU THINK!
YOU'RE WHAT YOU THINK!
Senin, 05 Oktober 2009
News
Alhamdulillah akhirnya nyampe Nangor juga,, Fiuh,, kayaknya kena syndrom g puas ni,, pas lagi di rumah pengen cepet2 balik ke kostan,, ini udah di kostan pengen pulang,, Dasar..
Tadi saya chatting di Fesbuk dgn kenalan baru, namanya Dina Sari anak HI Unpad '06. Dia alumni SMA 1 Medan, dan kebetulan dia temennya Kak Ama, senior saya SMP dulu.. G nyangka,, kita 1 pesawat,, hahaha,, nyampenya barengan pula, padahal dia naik travel saya naik bis.
Oh ya,, di perjalanan di tol Cipularang, saya melihat kecelakaan yang sangat mengerikan. Ada mobil Pick-Up yang menabrak dinding pembatas jalan tol sampai terbalik dan bagian atas mobil hancur. Tuhan, semoga korban yg selamat cepat sembuh.
Berita selanjutnya,, Dosen Grammar saya, Pak Sutiono Mahdi sedang bersiap2 untuk pergi haji,, jadi kuliah ditiadakan.. Alhamdulillaaahhhhhhhh.. Jadi masih bisa belajar untuk mengejar ketinggalan bolos minggu lalu..
The last news,, saya harus ngerjain tugas ngarang minimal 3 lembar, jadi saya mau cau dulu..
Paka!!!
Tadi saya chatting di Fesbuk dgn kenalan baru, namanya Dina Sari anak HI Unpad '06. Dia alumni SMA 1 Medan, dan kebetulan dia temennya Kak Ama, senior saya SMP dulu.. G nyangka,, kita 1 pesawat,, hahaha,, nyampenya barengan pula, padahal dia naik travel saya naik bis.
Oh ya,, di perjalanan di tol Cipularang, saya melihat kecelakaan yang sangat mengerikan. Ada mobil Pick-Up yang menabrak dinding pembatas jalan tol sampai terbalik dan bagian atas mobil hancur. Tuhan, semoga korban yg selamat cepat sembuh.
Berita selanjutnya,, Dosen Grammar saya, Pak Sutiono Mahdi sedang bersiap2 untuk pergi haji,, jadi kuliah ditiadakan.. Alhamdulillaaahhhhhhhh.. Jadi masih bisa belajar untuk mengejar ketinggalan bolos minggu lalu..
The last news,, saya harus ngerjain tugas ngarang minimal 3 lembar, jadi saya mau cau dulu..
Paka!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
+of+DSCN3063.jpg)